Website indofood.com berdasarkan visibility-nya yaitu menginformasikan tentang perusahaan indofood. website ini sebgai media publikasidan promosi produk dari perusahaan indofood.
terdapat kekurangan dari web ini mengenai visibility-nya :
pada bagian navigasi, untuk pertama masuk halaman web ini kita tidak tahu berada di mana, apakah di home, produk, event, atau yang lain???
solusi : tampilan awal pada halaman utama dirubah atau diberi penanda bahwa pengguna berada pada dimana.
website indofood.com menggunakan fitur bahasa inggris pada defaultnya, namun bahasa ini bisa di rubah ke bahasa indonesia.
terdapat kekurangan pada penggunaan bahasa : saat keadaan awal website ini menggunakan bahasa inggris, namun ketika di ubah ke bahasa indonesia, tidak semua bahsa berubah, masih terdapat kata-kat bahasa inggris dan untuk pemberi tahuan jika web ini sudah dirubah ke bahasa indonesia tidak ada sehingga membuat pengguna bingung.
untuk navigasi pada website ini baru terlihat setelah anda mngunjungi atau mengakses sebuah content di websie ini.
web ini mempunyai "remah roti" untuk melihat keberadaan penggunga. pengguna bisa kembali apabila terjadi kesalahan atau kembali ke menu sebelumnya.
namun pada website ini arahan(navigasi) untuk menuju content ada beberapa yang tidak benar. contoh pada content "Our Company" bila di klik menunjukan content "Indofood at Glance", padahal pada sub menu "Our Company" terdapat content "Indofood at Glance" juga.
lambang logo indofood berada pada sebelah kanan atas,dan dapat diklik. apabila diklik pengunga akan kembali ke halaman utama(home), namun tidak ada penanda bahwa lambang tersebut dapat di klik.
website ini tidak memiliki fungsi untuk search/mencari. sehingga pengguna tidak dapat mencari secara langsung event-event atau produk yang diinginkan,pengguna harus browsing satu per satu untuk menemukannya.
website ini menyediakan tentang macam-macam resep masakan, ada content tersendiri yang menyediakan informasi resep masakan. mungkin indofood ingin agar pengguna tahu bahwa produk dari indofood bisa diolah sedemikian rupa menjadi hidangan baru.
pada content event dan produk, website ini menyediakan link langsung ke website setiap produknya. seperti www.indomie.com, www.popmie.com, dan sebagainya.
untuk keseluruhan masih terdapat kekurangan-kekurangan pada website ini. namun, dilihat dari content-nya pengguna bisa mendapat informasi yag dinginkan mengenai event-event dan produk dari indofood.
Jumat, 25 Juni 2010
Usability suatu Web: indofood.com II
indofood.com adalah sebuah situs internet yang menjelaskan tentang perusahhan indofood. seperti pada "corporate site" situs ini menjelaskan bagimana teknologi dan perkembangan produk perusahaan indofood. selain itu situs ini juga menjelaskan tentang terbentuknya indofood dan hasil-hasil produk yang dikeluarkan.
Menilai website ini dari usability-nya, saat pertama kita memasuki web indofood.com, pengguna akan di tampilkan menu web berbasis flash.dari segi learnability pengguna mudah untuk mempelajari apa fungsi wensite ini. pada halaman utama menampilkan beberapa menu, seperti kegiatan terakhir perusahaan tersebut, event-event yang diselenggarakan, pemasaran produk, resep makanan, dan beberpa berita tentang produksi dan perusahaan.
Bila kita akan memasuki website ini bukan untuk pertama kalinya, pengguna akan mudah mencari dan mempelajari seluk beluk web ini. selain itu menu utama yan ditampilkan semua terdapat pada halaman awal web. cukup efisien untuk menuju content yang diinginkan pengguna.
Dalam situs ini penguna juga tidak perlu mengingat langkah-langkah yang rumit untuk meminta sebuah informasi. karena website ini tidak bersifat komersil dan hanya sebagai media publikasi produk dan perusahaan jadi informasi-informasi yang disediakan sudah dikelompokan dengan kategorinya masing-masing.
antarmuka web ini di desain sesederhana mungkin, tidak terlalu banyak menggunakan warna dan juga di lengkapi beberapa gambar di setiap produk. agar pengguna mudah untuk mengingatnya.
Usability suatu Web: indofood.com I
KAJIAN USABILITY I
Usability
sebuah antarmuka memiliki nilai usability, untuk megukur seberapa mudah suatu antarmuka digunakan(Jakob Nielsen).
Usability didefiniskan oleh lima komponen kualitas, yaitu :
* Learnability: seberapa mudah bagi pengguna untuk melakukan kegiatan (task) utama pada saat mereka pertama kali bertemu antarmuka tersebut?
* Efficiency: Setelah pengguna terbiasa dengan antarmuka, seberapa cepat mereka melakukan suatu kegiatan?
* Memorability: Saat pengguna kembali menggunakan antarmuka, setelah lama tidak menggunakannya, seberapa mudahkah mereka terbiasa kembali dengan antarmuka tersebut?
* Errors: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan pengguna, seberapa parah kesalahan tersebut, dan apakah pengguna dapat dengan mudah menangani kesalahan tersebut?
* Satisfaction: Seberapa nyamankah pengguna dengan suatu antarmuka?
Evaluasi Heuristik
sedangkan untuk mengevaluasi sebuah website itu usability yaitu dengan metode evaluasi heuristik. Menurut Nielsen (1994), evaluasi heuristik adalah metode yang digunakan untuk menemukan masalah pada desain antarmuka. Evaluasi heuristik melibatkan beberapa evaluator untuk memeriksa antarmuka dan membandingkannya dengan prinsip-prinsip usabilitas (heuristik).
Menurut Nielsen, ada sepuluh prinsip heuristik yang dapat digunakan, yaitu :
* Visibility of system status : Sistem harus dapat menginformasikan kepada pengguna tentang apa yang terjadi pada system.
* Match between system and the real world :Sistem harus ‘berbicara’ dalam bahasa yang biasa digunakan oleh pengguna. Kata,frasa, dan istilah yang digunakan mengikuti kebiasaan yang ada.
* User control and freedom : Pengguna kadang memilih pilihan yang salah dan memerlukan opsi ‘emergency exit’. Pengguna dapat keluar dari keadaan akibat pilihan yang salah tersebut tanpa perlu melewati kegiatan tambahan lainnya.
* Consistency and standards : Pengguna tidak harus berpikir apakah kata, situasi, dan aksi yang berbeda ternyata memiliki arti yang sama.
* Error prevention : Sistem didesain sehingga mencegah pengguna melakukan kesalahan dalam penggunaan system. Bisa dilakukan dengan menggunakan pilihan konfirmasi.
* Recognition rather than recall : Membuat objek, aksi, dan pilihan yang ada visible (jelas).
* Flexibility and efficiency of use : Permudah pengguna untuk melakukan kegiatannya dengan lebih cepat.
* Aesthetic and minimalist design : Dialog seharusnya tidak mengandung informasi yang tidak relevan atau tidak terlalu diperlukan.
* Help users recognize, diagnose, and recover from errors : Pesan kesalahan harus dijelaskan dalam bahasa yang jelas, menjelaskan masalah dan memberikan solusi.
* Help and documentation : Sistem menyediakan bantuan dan dokumentasi yang berisi informasi tentang penggunaan system.
Usability
sebuah antarmuka memiliki nilai usability, untuk megukur seberapa mudah suatu antarmuka digunakan(Jakob Nielsen).
Usability didefiniskan oleh lima komponen kualitas, yaitu :
* Learnability: seberapa mudah bagi pengguna untuk melakukan kegiatan (task) utama pada saat mereka pertama kali bertemu antarmuka tersebut?
* Efficiency: Setelah pengguna terbiasa dengan antarmuka, seberapa cepat mereka melakukan suatu kegiatan?
* Memorability: Saat pengguna kembali menggunakan antarmuka, setelah lama tidak menggunakannya, seberapa mudahkah mereka terbiasa kembali dengan antarmuka tersebut?
* Errors: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan pengguna, seberapa parah kesalahan tersebut, dan apakah pengguna dapat dengan mudah menangani kesalahan tersebut?
* Satisfaction: Seberapa nyamankah pengguna dengan suatu antarmuka?
Evaluasi Heuristik
sedangkan untuk mengevaluasi sebuah website itu usability yaitu dengan metode evaluasi heuristik. Menurut Nielsen (1994), evaluasi heuristik adalah metode yang digunakan untuk menemukan masalah pada desain antarmuka. Evaluasi heuristik melibatkan beberapa evaluator untuk memeriksa antarmuka dan membandingkannya dengan prinsip-prinsip usabilitas (heuristik).
Menurut Nielsen, ada sepuluh prinsip heuristik yang dapat digunakan, yaitu :
* Visibility of system status : Sistem harus dapat menginformasikan kepada pengguna tentang apa yang terjadi pada system.
* Match between system and the real world :Sistem harus ‘berbicara’ dalam bahasa yang biasa digunakan oleh pengguna. Kata,frasa, dan istilah yang digunakan mengikuti kebiasaan yang ada.
* User control and freedom : Pengguna kadang memilih pilihan yang salah dan memerlukan opsi ‘emergency exit’. Pengguna dapat keluar dari keadaan akibat pilihan yang salah tersebut tanpa perlu melewati kegiatan tambahan lainnya.
* Consistency and standards : Pengguna tidak harus berpikir apakah kata, situasi, dan aksi yang berbeda ternyata memiliki arti yang sama.
* Error prevention : Sistem didesain sehingga mencegah pengguna melakukan kesalahan dalam penggunaan system. Bisa dilakukan dengan menggunakan pilihan konfirmasi.
* Recognition rather than recall : Membuat objek, aksi, dan pilihan yang ada visible (jelas).
* Flexibility and efficiency of use : Permudah pengguna untuk melakukan kegiatannya dengan lebih cepat.
* Aesthetic and minimalist design : Dialog seharusnya tidak mengandung informasi yang tidak relevan atau tidak terlalu diperlukan.
* Help users recognize, diagnose, and recover from errors : Pesan kesalahan harus dijelaskan dalam bahasa yang jelas, menjelaskan masalah dan memberikan solusi.
* Help and documentation : Sistem menyediakan bantuan dan dokumentasi yang berisi informasi tentang penggunaan system.
Langganan:
Komentar (Atom)